Berita

Resmi Akuisisi Uber, Grab Makin Percaya Diri Saingi Gojek

Uber yang merupakan salah satu startup di bisnis ride sharing atau sering disebut berbagi tumpangan harus menyerah dan rela bergabung dengan salah satu rivalnya yaitu Grab untuk negara tertentu.
Terhitung Maret 2018, Uber mengumumkan bergabung dengan Grab untuk negara Kamboja, Indonesia, Myanmar, Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Serta Vietnam.

Sebagai timbal baliknya, Grab memberi 27,5 persen saham di bisnisnya pada negara tersebut, juga CEO Uber, Dara Khosrowshahi menduduki tempat baru di dewan direksi Grab.

Dikutip dari QZ.com, Senin, Dara mengakui, bergabung bersama Grab di Kawasan tersebut adalah salah satu strategi agar perusahaan bisa berkembang ke depannya, mengingat sebelumnya Uber terlalu jor-joran bersaing di kawasan tersebut.

“Transaksi sekarang ini, menempatkan kami dalam posisi untuk bersaing dengan fokus di tempat pasar inti (Amerika Serikat) perusahaan. Sambil mendapatkan keuntungan dari saham yang dimiliki dan berkembang di sejumlah pasar besar di dunia (yang tak terjangkau),” ujarnya.

Kemunduran Uber kali ini bukan merupakan yang pertama, tercatat uber sebelumnya sudah mundur dari negara China dan Rusia. Di kedua negara itu, Uber pun tak dapat bertahan oleh pemain lokal yang sangat cepat berkembang.

Sama seperti di China dan Rusia, di Indonesia pun karir Uber mulai dilahap oleh Gojek dan Grab pada tahun 2014 hingga 2015. Pada saat itu, keduanya sudah mengembangkan layanan ojek online. Dan Uber baru menyusul meluncurkan layanan ini pada tahun 2016.

Gempur Gojek

Dengan tumbangnya salah satu kontestan di bisnis ride sharing ini yaitu Uber, membuat rival utama grab pada saat ini di Indonesia adalah Gojek.
Dengan akuisisi uber, tentu Grab makin Pede menghadapi pesaing utamanya gojek. Untuk itu Grab mempunyai rencana meluncurkan layanan baru di sektor pembayaran yaitu GrabPay.

Peluncuran GrabPay

“Kini, dengan akusisi bisnis pengantaran makanan Uber, kami akan mengembangkan GrabFood dengan pesat,” tegas Ridzki dikutip dari keterangan resminya.
Ridzki juga menegaskan, Grab akan memompa kinerjanya di service antar makanan ini. Sehingga, mampu jadi pemain utama dikawasan tersebut khususnya Indonesia.

Ridzki juga menuturkan bahwa Grab akan membuka kesempatan kerja menjadi kurir pengantar. Indonesia sendiri menjadi pasar terbesar di kawasan Asia tenggara untuk bisnis ini, yang mana rivalnya, Gojek, pada saat ini sudah unggul terlebih dahulu dengan Layanan GoFood, Gojek sudah menjangkau berbagai kota di Indonesia.

Leave a Reply