Bisnis

Merk Bisnis ini Sasar Pasar Luar Negeri

F. H Pour Homme

Usaha baju spesial pria, F. H Pour Homme yang diracik Feby Haniv mulai sejak Agustus 2015 mulai membawa hasil. Karya-karyanya yang bernilai kuno namun berkesan moderen serta menawan mulai disenangi oleh beragam kelompok.

Tetapi harga yang dibanderol Feby atas karya baju bikinannya seperti jas, baju sampai blazer termasuk cukuplah mahal yakni dari mulai beberapa ratus ribu sampai jutaan rupiah. Jadi tak heran, sebagian besar konsumen yaitu kelompok menengah ke atas.

“Biasanya beberapa orang kantoran, businessman, executive muda. Ada dari kelompok aktris juga. Lalu jas saya juga jadi sponsor di sitkom satu diantara tv swasta , ” katanya.

Feby mentargetkan pasar product fashion bikinannya dapat dipakai oleh pria yang berusia pada 25 hingga 40 th.. Terkecuali menyasar pasar domestik, Feby juga berpikiran untuk pasarkan produk dari tangerang  ke mancanegara.
“Target market yang akan datang kita memanglah membidik pasar luar negeri itu memanglah maksud kita sih. Namun untuk sekarang ini konsentrasi di Indonesia dahulu, ada sih sebagian yang pesan dari luar negeri namun lewat on-line, ” katanya

Mahalnya harga product fashion buatan Feby juga karena sebab tingginya kwalitas bahan baku. Feby sampai kini memakai beberapa bahan berkelas seperti jacquard, damask, lace, serta faux leather bermotif kulit croco.

“Kalau bahan sendiri beberapa lain tempat nyarinya. Terkadang saya bisa di Jakarta serta Bangkok lantaran disana semakin banyak serta beragam terlebih untuk jas, ” sebutnya.

Sekarang ini, Feby sudah membuahkan kian lebih 100 karya product fashion dengan omzet yang cukup tidak kecil. Lantas Feby juga aktif mengenalkan fashion bikinannya lewat media on-line, ikuti pameran fashion (fashion show), bekerjasama dengan beragam store sampai satu store kepunyaannya yang ada di lokasi Karawaci, Tangerang.

baca juga Bisnis Fashion Sambil Kampanye Patriotisme

Feby optimis bisnisnya dapat tumbuh serta berkembang di hari esok. Terlebih pesaing di segmen baju pria terutama jas masihlah sedikit.

“Kalau menurut saya pasar begitu terbuka serta positif terlebih lelaki saat ini lebih sukai dandan serta memerhatikan tampilan. Diluar itu lelaki saat ini juga semakin banyak ikuti model serta perubahan jaman ya. Jadi kesempatan pasarnya terbuka lebar. Tiap-tiap desainer tentu ada style serta ciri khasnya sendiri, jadi saya tak terasa worry, ” ujarnya.

 

F. H Pour Homme

“Kalau dari women’s wear itu saya baru buat dua koleksi. Yang pertama itu meaning gaun serta ke-2 itu saya buat spesial buat sponsorin temanku DJ Yasmin. Dia kan lagi th. serta ingin buat fashion show jadi kaya lebih ke party dresses. Jadi saya sponsorin lagi th. dia, ” katanya.

Walau berhasil melahirkan banyak karya baju wanita tetapi hal itu tak bikin Feby terasa senang. Ia malah mengakui tak nyaman serta belum memberi 100% kekuatan yang dipunyainya sebagai desainer fashion. Argumen yang lain yaitu lantaran banyak pesaing.

“Saat saya merambah woman’s wear saya jadi kaya males-malesan lantaran bukanlah passion saya. 2-3 tahunan saya seperti shut down serta tidak tahu ingin ngapain. Namun saya selalu berupaya melawan diri saya serta saya mesti lakukan satu pergantian, saya mesti tetaplah jalan, saya membuat kemauan yang menghidupkan diri saya lagi, ” keluhnya.

 

 

Satu diantara pendiri Voyej, Stephen Khrisna Lucas mengungkap apabila brand Voyej di bangun th. 2011. Waktu itu ia serta ke empat rekannya memperoleh pekerjaan akhir kuliah berbentuk business matching sebagai prasyarat kelulusan untuk memperoleh gelar sarjana.

“Awalnya itu pekerjaan kuliah kita sebagai sarjana ekonomi di Prasetya Mulya Business School. Jadi kebetulan usaha ini didirikan dengan 4 taman saya. Kita lalu bikin project serta di luncurkan Februari 2011

 

Rencana nama Voyej sendiri menurut Lucas adalah misspell dari satu kata berbahasa Inggris yakni Voyage yang berarti perjalanan. Beberapa produk yang diusung oleh Voyej waktu itu yaitu short wallet (dompet pendek), sabuk, tas serta beragam jenis aksesori yang lain. Semua product memakai bahan baku kulit sapi asli serta di buat dengan cara manual.

Untuk mengawali usaha ini, modal yang di keluarkan Lucas Cs yaitu sebesar Rp 40 juta. Dana investasi sebesar itu digelontorkan untuk cost sampling, bikin merk, toko on-line, beli bahan baku serta bekerja bersama dengan satu home industry di Kota Yogyakarta untuk menghasilkan beberapa produk Voyej.

“Sebenarnya itu cuma misspell dari kata yang datang dari bhs Inggris yakni Voyage, yang berarti perjalanan, ” imbuhnya.

Singkat narasi karena Voyej, Lucas Cs dapat lulus serta menyandang gelar Sarjana Ekonomi dari Prasetya Mulya Business School. Selepas itu, mereka berkomiment tetaplah meneruskan serta meningkatkan usaha Voyej.

“Kita semuanya miliki prinsip untuk menggerakkan usaha ini, ” tukasnya.

Penentuan bahan basic kulit sapi asli ditambah jahitan tangan disadari Lucas yaitu kiat Voyej supaya memperoleh tempat sendiri di hati orang-orang terutama untuk product fashion. Menurut Lucas pertama kalinya dirintis mulai sejak 2011 lantas, usaha sejenis ini masihlah termasuk baru serta belum berkembang. Usaha ini malah moncer di Amerika serta Jepang lantaran telah ada mulai sejak beberapa puluh th. lantas.

“Jadi belum ada brand local yang buat sejenis ini. Mungkin saja ada waktu itu satu brand yang buat usaha sejenis ini, namun kekurangannya harga nya sangat mahal serta desainnya repot untuk pasar Indonesia. Jadi kita cobalah menangani hal semacam itu dengan keluarkan dompet yang sederhana, fungsional, serta harga nya kompetitif hingga value nya di
orang-orang lebih tinggi, ” papar Lucas.

Yang istimewa dari product Voyej yaitu lantaran memakai kulit spesial, warna dompet, gelang, ikat pinggang serta gantungan kunci bisa beralih jadi kecokelatan atau lebih gelap bergantung pada penggunaan serta atau perawatan si pengguna. “Inilah kekhasan product kami, ” ucapnya.

Leave a Reply