Berita

Masa Jaya Rangga Umara Lele Lela

Pecel Lele Lela 3

Usahanya semakin hari semakin berjalan lancar. Dan suatu ketika ia bertemu dengan Bambang, teman main basketnya. Bambang adalah manajer di sebuah restoran. Ranggapun bercerita bila ia memiliki usaha makanan, dan mengundangnya untuk berkunjung. Dan Bambangpun datang setelah beberapa minggu pertemuannya. Di sana mereka banyak berbincang tentang bisnis rumah makan.

Bambang juga banyak memberi masukkan. Dan akhirnya Bambang dijadikan konsultannya untuk membantu membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) menjalankan rumah makan. Bambang melatih karyawan juga agar lebih profesional, sesuai dengan SOP. Bambang berperan besar, bahkan suatu ketika Bambang keluar dari tempatnya bekerja untuk berpindah ke tempat Rangga. Kini Bambang jadi General Manager untuk Pecel Lele Lela.

 

Pecel Lele Lela 3

Setelah adanya SOP, tahun 2009 Pecel Lele Lela mulai di bisniskan dengan sistem waralaba. Walau tak ada niatan untuk itu namun peminatpun banyak. Dan akhirnya Rangga menggunakan sistem waralaba untuk mengembangkan usahanya. Perjalanan membuahkan hasil, tahun 2010 Rangga mendapat penghargaan dari Menteri UKM yaitu Indonesian Small and Medium Business Entrepreneur Award (ISMBEA). Selain itu Rangga juga menerima penghargaan dari Menteri Perikanan dan Kelautan. Alasannya usaha Rangga dinilai inovatif dalam mengenalkan dan mengangkat citra lele dengan menciptakan makanan kreatif sekaligus mendorong peningkatan konsumsi ikan. Kini Rangga juga sering diundang untuk menjadi pembicara di seminar-seminar kampus, Lela Makan Gratis Di Pecel Lele Lela.

Sticar memiliki alasan tersendiri dengan mengajak Marvons untuk bekerjasama, yaitu agar Sticar dapat memperluas jaringan bisnis mereka. Klien potensial pun diharapkan akan semakin bertambah baik dari perusahaan nasional maupun multinasional. Dan bagi Marvons, dengan adanya kerjasama ini akan menjawab tantangan industri digital yang sedikit banyaknya telah mempengaruhi bisnis Marvons sebagai penyedia jasa iklan luar ruang.

CEO Sticar, Rio Darmawan mengungkapkan dalam pernyataan persanya bahwa, “Sticar dan Marvons memiliki keunggulannya masing-masing, dan keunggulan inilah yang kemudian akan membuat kolaborasi ini dapat menjadi industri periklanan yang khususnya pada iklan luar ruang”. Dengan penggabungan bisnis ini akan menggabungkan digital advertising dengan outdoor advertising, Sticar memiliki teknologi untuk menghitung data dari sebuah iklan yang dijalankan dengan mobil, jadi tidak hanya berupa iklan outdoor biasa namun juga iklan yang dapat dipantau secara digital.

Dengan pengalaman Marvons di dunia outdoor advertising yang juga telah mendapatkan kepercayaan dari brand-brand terkenal, baik Sticar dan juga Marvons berharap untuk sama-sama mampu berkembang dan menguasai pangsa pasar digital car advertising yang ada di Indonesia.

Leave a Reply