Bisnis

Pecel Lele Lela

Pecel Lele Lela

Usaha kuliner ini dimulai dengan membuka sebuah warung seafood seperti layaknya di kaki lima. Modal Rangga saat itu 3 juta rupiah.untuk buka lele lela yang berlokasi di kabupaten bandung

Uang itu diperoleh dari hasil menjual barang-barang pribadinya ke teman-temannya. Warung yang Rangga tempati berukuran 2×2 meter persegi merupakan warung semi permanen di daerah Pondok Kelapa.

Karena modal yang masih kecil, Rangga memang memilih tempat yang uang sewanya kecul, kala itu 250 ribu rupiah setaip bulannya. Rangga memiliki tiga orang karyawan saat itu, dua dari mereka adalah sepasang suami-istri.

Warung pertama milik Rangga ini didesign unik, tak seperti warung ala pinggir jalan biasanya. Namun sayangnya desain unik itu tak membantu penjualan sama sekali, dari tiga bulan pertama penjualan hasilnya selalu saja minus. Namun Rangga mencoba berbesar hati. Ia mulai berspekulasi mungkin saja orang tak tahu keberadaan warung tendanya itu. Dan Rangga mulai mencari lokasi lain yang lebih ramai.

Rangga mencoba menawarkan sistem kerjasama dengan rumah makan dan warung lain, namun selalu saja ditolak. Namun suatu saat Rangga malah ditawari untuk membeli peralatan rumah makan sebuah warung yang akan tutup karena sepi pembeli. Karena gak punya uang, Rangga menolak. Namun orang tersebut malah menawarkan sewa tempat seharga 1 juta rupiah setiap bulannya. Dan Rangga setuju.

pecel lele lela

Satu bulan pertama, warungnya mulai menunjukkan hasil. Ide Rangga kala itu memiliki spesialisasi kuliner yang dijual yaitu dengan jualan pecel lele. Pecel lele adalah makanan favoritnya sejak kuliah. Selama kuliah, ia memang rajin berburu warung pecel lele yang enak. Dan karena Rangga berfikir jualan makanan ikan lele saja belum pernah ada, ia menjadikan ikan itu sebagai spesialisasi bisnisnya.

Pecel Lele Lela

Namun suatu ketika ide bisnisnya direalisasi yaitu ikan lele yang dibalut dengan tepung, tapi ikan lele tersebut justru lebih mirip pisang goreng. Tanpa perasaan menyerah sedikitpun, Rangga mengganti tepung dengan telur dan juga beberapa kali proses dan sukses. Pembeli makin suka dengan makanan milik Rangga. Dan setelah tiga bulan pindah ke tempat baru itu pendapatan warungnya meningkat jadi 3 juta rupiah setiap bulan.

Karena usaha Rangga laris, pemilik tempat yang ia sewa menaikkan harga sewa tempat menjadi dua kali lipat. Selain itu Rangga juga harus memikirkan gaji karyawan. Dan pendapatannyapun minus. Tahun 2007 Rangga nekat berhutang ke rentenir 5 juta rupiah, untuk menggaji karyawan pikirnya. Rangga memiliki prinsip, dalam kondisi bagaimanapun, karyawan harus diprioritaskan.

Dan Rangga tak mudah pantang menyerah terhadap masalah-masalah yang ada. Rangga lebih suka mencari peluang untuk mencari solusi terbaik. Dan lambat laun warung makannya menjadi lebih ramai, berbagai pengunjung datang dari berbagai kawasan selain dari Pondok Kelapa saja. Iapun akhirnya pindah tempat karena Rangga merasa uang sewanya terlalu mahal. Lambat laun menu lele juga semakin beragam, ada lele goreng tepung, lele fillet kremes, dan lele saus padang. Menu andalan mereka sekaligus jadi favorit pembeli hingga sekarang. Namun disela-sela menanjaknya kesuksesan warungnya, kokinya mengundurkan diri. Dan ternyata ia keluar untuk membuka tempat makan sejenis dengan Rangga. Namun Rangga tak masalah, karena ia percaya rezeki ada yang mengatur.

Leave a Reply