Kesehatan

Vaksin Acne Untuk Atasi Masalah Jerawat

Adakah vaksin untuk mengatasi jerawat? Jerawat merupakan kondisi masalah kulit yang umum dialami oleh banyak orang, baik wanita maupun pria. Namun, para ilmuwan belum mengatahui secara jelas dan detail penyebab jerawat ini. Penyebab jerawat masih jadi misteri yang belum diketahui secara pasti walaupun para ahli medis meyakini sejumlah faktor risiko seperti hormon, makanan, dan sebagainya bisa menjadi pemicu.

Akan tetapi, bagi yang sering mengalami masalah jerawat ini, jerawat ini sebentar lagi hanya akan menjadi masalah masa lalu. Selain anda bisa menggunakan krim jerawat yang ampuh, sebentar lagi akan ada vaksin untuk mengatasi jerawat yang kini sedang diciptakan oleh para ilmuwan adalah jalan keluarnya.

1. Latar Belakang Diciptakan Vaksin

penyebab munculnya jerawat

Di Inggris, sekitar 80 persen dari orang yang berumur 11 hingga 30 tahun mengalami masalah gangguan kulit, menurut Badan Kesehatan Nasional Inggris. Sementara itu, menurut British Skin Foundation, 20 persen orang yang mengalami masalah jerawat mempertimbangkan untuk bunuh diri. Bagi mereka yang mengalami masalah jerawat, masalahnya bukan hanya mengalami bintik-bintik. Juga, menurut data statistik kesehatan dunia tahun 2012, tingkat kehilangan hidup berkualitas dan sehat akibat jerawat terus mengalami peningkatan. Di Indonesia, sedikitnya 36,5 persen pria dan 37 persen wanita mengalami masalah jerawat. Mereka yang sering melami jerawat adalah wanita berumur 20 hingga 24 tahun dan pria menginjak masa pubertas di umur 15 hingga 19 tahun. Pada masa pubertas, produksi minyak atau sebum memang akan lebih meningkat karena perubahan kadar hormon. Ketika minyak tersebut bercampur dengan sel-sel mati dan menyumbat pori-pori, jerawat pun akhirnya muncul. Ketika campuran tersebut mendekati jaringan kulit dan membesar, akan terjadi ruam kemerahan, pembengkakan, dan bahkan nanah.

2. Vaksin untuk Mengatasi Jerawat

Karena masalah jerawat, para ilmuwan dari University of California, San Diego sedang mencari solusi untuk mengatasi masalah ini. Kabar baiknya lagi, mereka menemukan solusi yang tidak akan ada komplikasi sebagai efek sampingnya. Solusi tersebut adalah vaksin untuk mengatasi jerawat yang saat ini akan diuji coba pada manusia.

Penyebab besar jerawat adalah bakteri P. acnes yang akan selalu ada dan menempel dalam tubuh seumur hidup. Sebenarnya, vaksin untuk bakteri tidak dapat diciptakan karena beberapa sebab. Salah satunya adalah bakteri P. acnes juga bagus untuk tubuh. Namun, ilmuwan menemukan antibodi dalam bentuk toxic protein untuk mengeluarkan bakteri P. acnes pada kulit. Protein ini akan menyebabkan radang dan jerawat, menurut Eric C. Huange, pemimpin penelitian tersebut.Vaksin untuk Mengatasi Jerawat

3. Cara Kerja Vaksin Acne

Vaksin ini akan memblokir bakteri untuk menciptakan jerawat. Namun, vaksin untuk mengatasi jerawat ini tidak akan menghabiskan bakteri. Walau vaksin ini masih dalam proses pembuatan, para peneliti telah melakukan tes formula melalui biopsi kulit pada pasien berjerawat dan memberikan hasil yang positif. Langkah kedepan, diharapkan vaksin dapat melalui percobaan klinis dan bisa diterapkan dalam 2 tahun kedepan.

4. Dampak Positif Adanya Vaksin Acne

Menurut The Telegraph, sekitar 1 persen pria dan 5 persen wanita memiliki jerawat di atas usia 25 tahun. Sementara itu, kasus jerawat di kalangan orang dewasa terutama wanita akan terus meningkat. Laporan tersebut menunjukkan sekitar 200% peningkatan orang mencari pengobatan jerawat. Vaksin ini juga akan sangat membantu wanita, mengingat wanita lima kali lebih berisiko mengalami jerawat akibat metode kontrasepsi, kehamilan, dan siklus menstruasi. Selain itu, jerawat nyatanya tidak hanya menimbulkan rasa sakit dan gatal, tapi juga memberi pengaruh ke psikologis. Muncul rasa kurang percaya diri, malu, depresi, dan stress.

5. Perawatan Jerawat Disamping Vaksin

Sambil menungu kabar baik selanjutnya dari vaksin ini, para ahli menganjurkan anda untuk menjalankan pola tidur ideal antara 6-8 jam. Begadang bisa meningkatkan kadar hormon stress atau hormon kortisol. Nah, stress inilah yang dapat memicu timbulnya jerawat. Juga, hindari makanan yang bisa memicu jerawat, seperti makanan atau minuman manis dan makanan berminyak. Kelebiha gula akan meningkatkan lemak dalam tubuh. Lemak yang berlebih inilah yang dapat menimbulkan jerawat. Itulah perawatn terhadap jerawat sambil anda menunggu vaksin untuk mengatasi jerawat ini.

Leave a Reply